Beranda | Artikel
Menunjukkan Loyalitas Terhadap Sunnah dan Ahlus Sunnah
Selasa, 16 Februari 2021

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary

Menunjukkan Loyalitas Terhadap Sunnah dan Ahlus Sunnah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 3 Rajab 1442 H / 15 Februari 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Menunjukkan Loyalitas Terhadap Sunnah dan Ahlus Sunnah

Sunnah merupakan salah satu syarat diterimanya sebuah amal, disamping niat yang ikhlas. Tidak akan lurus sebuah ucapan dan amalan kecuali dengan niat dan موافقة السنة (berada di atas sunnah). Dan itu akan menjamin amal-amal kita menjadi amal yang diterima.

Selanjutnya, Ibnul Jauzi mencantumkan beberapa atsar dari ulama-ulama salaf yang berkaitan dengan perintah untuk tetap bersama Al-Jama’ah. Salah satu bentuk mengikuti sunnah adalah mencintai Ahlus Sunnah, menunjukkan loyalitas terhadap sunnah dan Ahlus Sunnah. Ini adalah salah satu konsekuensi dari mengikuti sunnah.

Berkaitan dengan hal itu, di sini menjadi menyantumkan sebuah riwayat dari Yusuf bin Asbath, Sufyan berkata:

إذا بلغك عن رجل بالمشرق أنه صاحب سُنةٍ فابعث إليه بالسلام, وإذا بلغك عن آخر بالمغرب أنه صاحب سنة فابعث إليه بالسلام, فقد قلَّ أهل السنة والجماعة.

“Jika sampai kepadamu berita tentang seorang laki-laki di bumi belahan timur bahwa dia adalah Ahlus Sunnah, maka sampaikanlah salam kepadanya. Dan jika sampai kepadamu berita tentang laki-laki yang lain di belahan barat bumi bahwa dia adalah seorang Ahlus Sunnah, maka sampaikanlah salam kepadanya. Sungguh sangat sedikit orang-orang yang berpegang teguh dengan Sunnah dan Al-Jama’ah.”

Hal ini dikatakan oleh beliau dizaman sebelum kita, lalu bagaimana pula pada hari ini? Yaitu terasingnya dan sedikitnya orang-orang yang memegang teguh sunnah di akhir zaman.

Maka dari itu ini adalah salah satu wasiat dari para salaf dulu untuk tetep menunjukkan loyalitas terhadap sesama Ahlus Sunnah. Bahwa Ahlus Sunnah dimanapun berada, mereka adalah satu dan terhubung satu sama lainnya. Mereka satu karena mereka berada di atas As-Sunnah. Maka mereka disifati Al-Jamaah (bersatu). Berbeda dengan ahli bid’ah yang kebiasaan mereka adalah berpecah-belah.

Salah satu ciri untuk mengetahui seseorang Shahibus Sunnah atau bukan yaitu apabila disebutkan bid’ah/pemikiran yang menyimpang dari sunnah, maka dia tidak menunjukkan fanatisme atau pembelaannya kepada bid’ah tersebut. Maka salah satu ciri ahli bid’ah adalah dia membenci Ahlus Sunnah dan lebih-lebih lagi tokoh-tokoh yang memang dikenal memegang sunnah tersebut.

Maka kalau kita memang benar-benar orang yang berada di atas sunnah dan memegang teguhnya, maka sayangilah Ahlus Sunnah dan berikanlah kesetiaan kita kepada mereka.

Di sini Sufyan berpesan kepada Yusuf agar menyampaikan salam kepada siapapun Ahlus Sunnah sebagai tanda kasih sayang. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Maukah kalian aku tunjukkan satu amal yang apabila kalian lakukan maka kalian akan saling menyayangi satu sama lainnya? Lalu Nabi berkata:

أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Sebarkanlah salam di antara kamu.” (HR. Bukhari)

Dari Hammad bin Zaib, Ayyub As-Sikhtiyani berkata:

إني لأخبرُ بموت الرجُلِ من أهل السُّنة, فكأني أفقدُ بعض أعضائي

“Sungguh apabila sampai berita kepadaku tentang wafatnya seorang Ahlus Sunnah, maka seakan-akan aku kehilangan sebagian anggota tubuhku.”

Riwayat ini juga menunjukkan bagaimana loyalitas, kasih sayang dan kecondongan yang harus ditunjukkan seorang Ahlus Sunnah kepada orang-orang yang berada di atas sunnah. Ini merupakan tanda/bukti bahwa seseorang bersama Al-Jama’ah dan berada diatas manhaj Salafush Shalih, mereka pasti akan mencintai ulama-ulama atau orang-orang yang berjalan diatas manhaj tersebut.

Keberuntungan orang yang bisa mengenal sunnah dan Ahlus Sunnah

Sebuah keberuntungan bagi seseorang apabila dia bisa mengenal seorang alim dari kalangan Ahlus Sunnah yang menuntunnya kepada sunnah. Hal ini karena untuk urusan-urusan agama tidak bisa otodidak. Tapi ini adalah warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Maka salah satu tanda keberuntungan seseorang adalah dia bisa mengenal Ahlus Sunnah dan belajar/mengambil ilmu dari mereka.

Ayyub As-Sikhtiyani berkata:

إن من سعادة الحدث والأعجمي أن يوفقهما الله تعالى لعالم من أهل السنة

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kebahagiaan pemuda dan orang-orang non Arab adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada mereka kepada seorang alim dari kalangan Ahlus Sunnah.”

Yaitu dia bisa bertemu dengan ahli ilmu di kalangan Ahlus Sunnah yang membawanya kepada sunnah. Karena potensi pemuda itu akan terbimbing kepada kebaikan.

Ibnu Syaudzab berkata:

إن من نعمة الله على الشاب إذا نسك أن يؤاخي صاحب سنة يحمله عليها

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda nikmat Allah atas seorang pemuda, jika sudah mulai muncul semangatnya kepada agama, dia bersahabat dekat dengan seorang Ahlus Sunnah yang menuntunnya kepada sunnah tersebut.”

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/49821-menunjukkan-loyalitas-terhadap-sunnah-dan-ahlus-sunnah/